Mengakar indah

Matahari tak seriang kala rindu mulai menggelayut sendu, hingga menjalar hingga ujung akar kau pun tetap layu.

Ialah rindu yang kau jaga separuh waktu, hingga saatnya Allah menggenapkan segala rasa itu menjadi utuh, tidak lagi semu.

Sungguhlah tak ada yang sia-sia dari dua buah hati saling menjaga diri.

Sebab di antara keduanya sama-sama melangitkan doa, menggenggam usaha, menjaga agar semuanya menjadi bermakna.

Jika saja kerutinan yang sama-sama dilakukan, seperti memupuk diri dengan ilmu, menutrisi setiap hari agar bahagia tidak hanya sekadar kata, segala syukur terus tertanam atas peristiwa yang sudah Allah berikan.

Hari demi hari
Bulan pun berdatangan

Hingga tahun laksana merias diri untuk menjadi yang berarti,

Yang terakhir dari yang utama dalam susunan diksi kita adalah Allah sungguh meridhoi Kita untuk bersama menjemput syurgaNya.

Cirebon, 14 Januari 2019

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s