Maybe you and I will not believe in the things we find
Iklan

Perkenalkan,dia rindu.

Termenungku pada lampu di pinggir jalan,

Kemudian,datanglah sosok yang sangat ku hapal aroma wujudnya.

“Permisi Nona,perkenalkan saya rindu.”

Sorot mataku sangat tajam untuk mengenalnya,berapa putaran jam ku selalu menepiskannya?

Mengapa dia hadir?

Datang lagi?

Menyapa lagi?

Membuat secercah senyuman lagi?

Jangan bilang,dia hanya ingin tahu kabarku.

Rindu!!

Tak bisakah kau menghargai waktu?
Kala tak pernah ku hentikan nama itu, namun, Tuhan tau agar aku dapat menghentikan nama itu.
‌Rindu, sadarlah! ruang itu bimbang, antara tertutup atau terbuka. Perasaan selalu bertempur dan berantonim dengan logika. Bagaimana bisa? Aku mencoba mengalah pada waktu, karena ku tahu, mengalah bukan berarti kalah. Namun mencoba berdamai, karena ku tak sanggup menelan beberapa tatapan sinis tak bertuju saat tegarku terhadap senyuman. Mengapa memori selalu tarputar? Rindu kembali mengoyak diri. Rasanya kau tahu? Sesak. Ya sangat sesak.

Bawalah beberapa kebahagiaan untukmu,juga untuk diriku,sampaikan bahwa rindu selalu datang menghampiriku.

Cirebon,27 Juli 2018

12:01 AM

Bolehkah ku mengingatnya lagi?

Hasil gambar untuk gambar pita pink kerajinan

Pada jingga yang menyapa,

hangat ku simpan sebagai pelindung paling nyaman.

Aku ragu untuk mengerti tentang beberapa hal yang ku alami sejak semesta mulai mengakui hadirnya di dalam hati, lalu bagaimana memori ini sangat rapih untuk selalu di sini?

aku tahu semesta menyalahkanku,dan memang benar ini semua salahku.

Kebahagiaan,kebaikan,dan semua hal yang manis dalam hidupku dengan mudahnya ku sia-siakan,tetapi lihatlah sejenak (lagi) kepergianmu tak menyadarkanku dengan cepat,bingung? jelas aku sangat bingung, jika hatimu ingin memperoleh sebuah penjelasan,lalu mengapa kau diam membisu?

” mengapa kau sangat kuat di sini (menunjuk kalbu) namun hadirmu hilang di sisiku?.”

Pertanyaanmu benar-benar membawaku pusing tujuh keliling,

jika saja kau punya tekad untuk mengetahui semuanya tentu jawabannya masih ada pada “dirimu”.

 

Seni sabar

Ini aku,

Penyimpan rindu,

Pengemas kalbu,

Penikmat segala rasa yang masih abu-abu.

Kau tak akan menduga bahwa kisah inipun punya tanggal kadaluwarsanya.

Indah dirasa,siapa sangka?

Sebab Allah telah menggenggam banyak bahagia bagi hambaNya yang ingin terus menjaga.

Yogyakarta,16 Mei 2018